awas masuk neraka
pada suatu detik
pintu rumahku diketuk dan di iringi kalimat salam
sungguh kalimat yang jarang aku dengar
sebenarnya aku sudah punya bayangan siapa gerangan yang datang kerumahku tapi pikiran kotor tersebut segera kurepres seperti anjurannya freud, dan ternyata apa yang kubayangkan benar2x kejadian segerombolam orang berjubah putih, kelabu, kehitaman dan lainnya pokoknya semuanya indah datang bertam kerumahku. lalu terbayang juga apa yang akan terjadi sepuluh sampai lima belas menit kemudian, dan ternyata kejadian juga yang aku bayangkan tadi inti dari pertemuan selama 15 menitan itu mereka mengajakku untu kembali kejalan yang benar, yang ma'firoh, yang diridhoi,amin. mereka memberikan gambaran yang sangat mengerikan bagi orang-orang yang salah, orang yang lupa dan lainnya dan tempat yang paling mulia bagi orang-orang seperti tersebut diatas yaitu /?/?/?/?/?/?/?/?/ pokoknya ngeri deh. setelah itu mereka semua pamit karena ingin berjalan lagi di jalan yang benar, karena sudah terdengar suara adzan isyam setelah kepergian mereka aku jadi berpikir dan takut juga aku jadi sempat berpikir untuk taubat juga tapi akhirnya aku eeeeeeeeeeeeeeeeeeiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiitttttttttttttttttttttttt tunggu dulu ada cerita tambahan yang kebetulan juga loh. ke esokan harinya aku berangkat kuliah di filsafat pas kelas yang ngisi pak joko, pada suatu detik omongan pak joko nyerempet masalah yang sedang ku rasakan lalu aku pancing2x agar pak joko memberikan logika yang beda dengan orang berjubah tadi malam. akhirnya dengan sedikit senyum dan guyonan khasnya pak joko bercerita begini. pak joko menyuruh saya membayangkan begini misalkan kamu membuat mainan dan mainan itu benar-benar hasil karya terbaik menurut kamu. lalu karena menurut kamu itu mainan terbaik lalu kamu pajang mainan tersebut diatas TV, lalu pada suatu datang temenmu yang merasa menguasai kebenaran tahu mana yang baik dan jelek, sukanya ngasih tahu kesalahan orang menurut perspektifnya sendiri dll. dia memberikan komentar bahwa mainan buatanmu itu kurang gini, kurang gitu, kebanyakan ini, kebanyakan gitu, agak gini, agak gitu, lebih baik kalau ditambah ini, atau ditambahin itu, pokoknya sok tahu deh, lalu oleh orang itu mainanmu tersebut diambilnya lalu di jatuhkannya sehingga di mainanmu menjadi seperti yang di katakannya, jadi kurang gini, kurang gitu, kayak gini dan kayak gitu. lalu pak joko tanya pada saya apa yang kamu rasakan?????????????????????????????????????????????????????
akhir cerita pak joko bilang semua itu ada alasanya sambil tersenyum bangga hehehehehehehehehehehhehehehehehhehehehh

No comments:
Post a Comment